Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memang dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, organisasi kemahasiswaan, dan proyek sosial. Mereka tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga berperan dalam membangun karakter, kreativitas, dan kepemimpinan di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.
Dalam sebuah wawancara dengan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UNS, Dwi Putra, beliau menyatakan bahwa peran mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler sangat penting. “Melalui kegiatan ekstrakurikuler, mahasiswa dapat mengembangkan potensi diri, memperluas jaringan, dan belajar bekerja dalam tim. Hal ini akan membantu mereka dalam membangun karakter yang tangguh dan kreatif,” ujar Dwi.
Selain itu, mahasiswa UNS juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Menurut Rektor UNS, Prof. Ravik Karsidi, kegiatan organisasi kemahasiswaan dapat melatih kemampuan kepemimpinan mahasiswa. “Dengan menjadi pengurus organisasi kemahasiswaan, mahasiswa akan belajar mengelola waktu, mengambil keputusan, dan memimpin tim. Ini merupakan modal penting dalam membangun kepemimpinan yang efektif,” kata Prof. Ravik.
Tak hanya itu, mahasiswa UNS juga terlibat dalam berbagai proyek sosial yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. Menurut Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat UNS, Dr. Andi Kusumawijaya, proyek sosial mahasiswa dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat rasa kebersamaan. “Melalui proyek sosial, mahasiswa belajar untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan berperan dalam membangun masyarakat yang lebih baik,” ungkap Dr. Andi.
Dengan aktifnya mahasiswa UNS dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, organisasi kemahasiswaan, dan proyek sosial, diharapkan mereka dapat menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar. Dukungan dari pihak universitas dan masyarakat akan semakin memperkuat peran mahasiswa dalam membangun karakter, kreativitas, dan kepemimpinan yang unggul.